Ateis
By richoz
Tags: branding, bug, dasi, divine intervention, gak penting, kostum, sara, sensi
Category: Komik
- Perhatiin gak, di beberapa komik terakhir, bahkan ada yang sama sekali tidak menampilkan salah satu dari kita
— Gak ada gunanya branding di pojok kiri atas itu
® Hey, kalian berdua. SAYA ini adalah PENCIPTA kalian. Kalian ada di sini karena kehendak SAYA.
® Kalian berbentuk apa, berbuat apa, bernasib apa, ada atau tidak ada, itu semua kehendak SAYA.
— SAYA ATEIS!
- Jangan keras-keras
— BIARIN!
DISCLAIMER: Tokoh-tokoh dan cerita dalam komik ini adalah rekaan. Apabila ada kemiripan dengan tokoh dan kejadian di dunia nyata itu adalah kebetulan semata divine intervention.

arogansi pencipta komik…. koak…koak…koak…
wahahaha babi ayam
babi goreng doonggg
huiahahahahahahahahahaha
pencipta yang sombong…
wakakakakakakka…
sperti kata Cartman (Southpark): “respect my authoritaaaah!”
Huahuahuahuahau
si ibab jadi lucu bangeeettt
mintak dibuatin kaos dong,..
“ibab saja atheis,..”
terus keliling petamburan
Horeee liat nasgorkam keliling petamburan!
penjarakan saja penciptanya…
Ini hanyalah akal-akalan si pencipta untuk ikutan nongol di komik. Dasar nggak mau kalah…
huhahahahahahahahhahahhaha
ini bikin ngakak pol
huahuahuahuahua =))
kok si ibab jadi yummy gitu yak?
— Pesan moral: berhati-hatilah dengan daging-daging ayam tiruan.
Mas, aku ngasi uber amazing blog buat blog ini. Silakan di cek di http://ericbdg.blogspot.com/2008/10/dapet-award-euy.html
— Wah baton… Terima kasih. Tapi tidak harus diteruskan, kan ya?
ibab jadi atheis karena (dijadikan) tidak halal?
— Koreksi: Ateis.
Justru harusnya dia bersyukur kan, karena semakin kecil kemungkinannya dia disantap oleh manusia di Indonesia?
— Ibab: Iya, tidak disantap, cuma dibantai atau diusir.
he…
mampir nih, seperti biasa komiknya bikin suasana hati lebih enak, hehe
thanks!
Sebagai orang islam, saya mungkin hampir kehilangan keyakinan. Pakdhe saya yang seorang kyai selalu mengatakan “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya sendiri”. Tetapi ada ironi pada ayat di atas. Saya ingin mencontohkan : “Bangsa Jepang yang sama sekali tidak mengenal Allah & ayat di atas bisa menjadi bangsa yang sukses di muka bumi ini”. Coba bandingkan dengan bangsa Palestina, Iraq, maupun Afganistan. Mereka tiap hari menyembah Allah dan berjuang hingga mengorbankan nyawa. Tetapi apa hasilnya? Apakah Allah mengubah nasib mereka? Inilah yang mungkin salah satu hal yang mengikis keimanan saya sehingga saya berkesimpulan Allah itu hanya omong kosong.
NB : Teman saya yang islam taat berkomentar, “Memang orang Jepang itu hebat tetapi mereka kafir, nggak bakalan masuk surga”. “Mendingan orang islam yang goblok, mereka langsung masuk surga karena nggak bakalan ditanya macam2 sama malaikat.”
Segala sesuatu yang ada didunia ini pasti ada penciptanya
Misal : kue donat diciptakan manusia, dibuat dari tepung dan gula.
tepung dan gula di buat manusia dari padi – padian.
Padi – padian diciptakan siapa ?
Pasti ada penciptanya yang maha ajaib yaitu TUHAN Maha PENCIPTA yang saya sebut YESUS KRISTUS, yang juga pencipta saya.
Ateis : sesat.